Tampilkan postingan dengan label image. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label image. Tampilkan semua postingan

Selasa, 16 April 2013

Selasa, 09 April 2013

taman


poto copy akpar mataram


Taman Akpar Mataram


parkir khusus dosen


Dapur (kitchen)


Restaurant and Bar Akpar Mataram


Parkir Khusus Mahasiswa


Cafe Akpar Mataram


Gedung Baru Akpar Mataram


Selasa, 02 April 2013

Keindahan Pantai Pink




PANTAI PINK LOMBOK, DENGAN PESONA PASIR YANG BERWARNA PINK

Pantai Pink Lombok sebenarnya bukan temuan baru untuk Destinasi dan Objek Wisata Lombok. Pantai yang sebenarnya bernama Pantai Tangsi ini disebut sebagai Pantai Pink karena warna pasirnya yang di dominasi oleh warna Pink.  Pantai yang berlokasi di desa kecil Sekaroh, Kecamatan Jerowaru Kabupaten Lombok Timur ini merupakan bagian dari Pantai Tanjung Ringgit, namun karena lokasi dan infrastruktur Jalan yang mungkin kurang memadai sehingga Pantai Pink ini menjadi tidak terekspose media dan wisatawan.
Tangsi dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia diartikan dengan kata “asrama” atau “barak”. Entah bagaimana sejarah awal mulanya, namun jika melirik dari keadaan lingkungan sekitarnya, mungkin di tempat ini dulunya adalah lokasi yang dijadikan markas tentara Jepang. Hal itu dibuktikan dengan adanya gua buatan dan juga sebuah Meriam peninggalan Penjajah Jepang.
Satu hal yang menjadi daya tarik dari Pantai Tangsi / Pantai Pink adalah pasirnya yang berwarna Pink alias Merah Muda. Jika  dan di Indonesia cuma ada dua lho pantai yang berpasir Pink, salah satunya adalah yang berlokasi di Pulau Komodo NTT. Kalau dilihat lebih dekat, sebenarnya warna asli pasir Pantai ini sebenarnya putih, namun karena bercampur dengan serpihan serpihan terumbu karang yang berwarna pink, seiring prosesi alam lalu serpihan serpihan terumbu karang ini kemudian menyatu dan membentuk warna merah muda, apalagi saat terkena air laut dan terpapar sinar matahari, sehingga warna Pink nya jelas sekali terlihat.
Selain pasir pantainya yang berwarna khas pink, Pantai ini juga memiliki panorama alam yang sangat mengesankan. Dikelilingi oleh tebing – tebing yang cukup tinggi dengan berugak (semacam pondok / pendopo) diatasnya yang disediakan untuk  para wisatawan menikmati hamparan lautan lepas. Pemandangan dari atas tebing juga akan membuat anda terpukau dengan panorama indah dibawah tebing. Aroma air laut yang khas, belaian hembusan angin dan suara ombak yang membentur karang membuat hati siapapun yang berkunjung kesini menjadi tenang.
Untuk mencapai lokasi Pantai Tangsi / Pantai Pink membutuhkan waktu dua jam dari Kota Mataram, jarak yang lumayan jauh. Rutenya sama persis dengan Rute menuju Tanjung Ringgit, karena memang lokasi keduanya berdekatan. Hanya saja Pintu masuk Pantai Tangsi berada di sebelah kiri, sekitar 1 KM sebelum Tanjung Ringgit. Nah di Pintu masuknya itu ada petunjuk/ rambu kecil disebelah kiri jalan bertuliskan “Pantai PINK 50 meter”
Pantai Pink  memiliki arus yang cukup tenang dengan deburan ombak yang sangat kecil, sehingga asik untuk bermain – main dan tidak membahayakan. Jika sempat bersnorkeling, maka anda akan dibuat takjub oleh terumbu terumbu karangnya yang sangat indah. Walaupun sebagian titik terumbu terumbu karang yang terlihat hanya berupa sisa sisa terumbu karang yang sudah hancur oleh jangkar – jangkar perahu para Nelayan.


Sendang Gile Water Fall

Tour ini akan membawa kita menjelajahi keindahan alam berupa pemnadangan gunung diutara pulau Lombok, perjalanan kita akan melalui jalan yang mebentang menelusuri tepian pantai yang selanjutnya akan membawa kita memasuki dan menyinggahi sebuah desa tradisional yang disebut Desa Segenter, yang merupakan sebuah desa kaum pegunungan yang masih memilhara dengan ketat gaya hidup sehari – hari dan arsitektur bangunan mereka. Selanjutnya kita akan menuju Air terjun Sendang Gile untuk menikmati keindahahan pemndangan alam dan kesejukan, ketentraman dan kesegaran udaranya> Dan sebagai kunjungan kita yang terakhir adalah Desa Bayan, sebuah desa yang penduduknya masih banyak menganut kepercayaan yang disebut Islam Wektu telu yaitu perpaduan kepercayaan hindu dan islam

Minggu, 31 Maret 2013

WISATA KULINER

Setelah share resep Pelecing Kangkung sebelumnya, kali ini budayasasak.blogspot.com akan membeberkan  kembali rahasia resep salah satu masakan khas suku Sasak Lombok, yaitu Pelecing Manok atau Pelecing Ayam.
 Sesuai namanya, Pelecing adalah makanan yang pedas khas budaya sasak. Pelecing Manok atau Pelecing ayam ini merupakan makanan pedas dengan komoditi utama manok/ayam.
Berikut ini rahasia resepnya sesuai dengan yang sering Ibu saya masak:
1. Bahan selain bumbu:
- Manok/ayam muda, jumlahnya sesuai selera, namun kali ini kita akan membuat dari 1 ekor saja;
- 2 biji buah limau.

2. Bahan bumbu: 
- Bawang putih 3-4 siung atau sesuai selera, namun normalnya adalah 3-4 siung;
- Cabe rawit, untuk yang satu ini saya sarankan minimal 10 biji agar lebih terasa kesan sebagai masakan khas  suku Sasak Lombok yang pedas dan sesuai dengan ciri utama pelecing itu sendiri;
- Terasi, saya sarankan terasi yang telah dibakar/panggang antara 1/2 sampai 1 sdt;
- Garam, dan 1 sdm Gula pasir.

Cara Memasak:
- Sembelih ayam (jika masih hidup),  lalu bersihkan bulu dan keluarkan isi dalamnya, seperti usus, hati, ampela, dll;
- Lebarkan/buka tubuh ayam seperti membentuk berakak;
- Panggang ayam tersebut sampai matang, tapi bukan matang kering;
- Sembari menunggu panggangan ayam matang, tumbuk/haluskanlah seluruh bahan bumbu di atas untuk membuat sambalnya, jika sudah biarkan sambalnya mentah, tidak perlu di masak karena lebih gurih dan segar jika disajikan mentah;
- Lumuri sambal dengan air buah limau;
- Apabila ayam panggang telah matang, maka potong-potonglah sesuai bagian mana yang akan Anda sajikan, misalnya Anda akan mengambil bagian pahanya, maka ambil bagian pahanya lalu tumbuk sedikit di atas sambal agar sambalnya meresap, atau jika tidak Anda dapat dengan sekedar melumuri sambal ke daging tersebut;
- Makanan Pelecing Manok atau Pelecing Ayam telah siap disajikan, masakan khas Suku Sasak dari Budaya Suku Sasak Asli Lombok.

Selamat Mencoba

BANDARA INTERNASIONAL LOMBOK



Bandara Internasional Lombok (BIL) yang telah beroperasi setahun lebih kini semakin ramai penerbangan. Dibanding dengan bandara sebelumnya, Bandara Selaparang, BIL melayani rute penerbangan yang lebih banyak. Hal ini tentu saja positif dilihat dari berbagai sisi, seperti pariwisata, sosial ekonomi, pendidikan, dan lain-lain. Tercatat ada sebelas maskapai penerbangan yang keluar masuk BIL secara reguler, baik domestik maupun internasional.

DESA SADE




Selain terkenal dengan wisata alamnya, Lombok juga memiliki wisata adat dan budaya yang dapat dikunjungi  para wisatawan, baik asing maupun lokal. Ya, wisata budaya kali ini adalah mengunjungi desa adat Sade yang terletak di Kabupaten Lombok Tengah.

Sade merupakan nama perkampungan warga suku sasak yang masih menampilkan ciri khas suku Sasak secara langsung, yang paling terlihat adalah penggunaan rumah adat Sasak sebagai rumah seluruh warga di sini. Terletak di kecamatan Pujut, Kabupaten Lombok Tengah, perkampungan ini dihuni oleh +- 750 jiwa. Sade sangat mudah untuk dikunjungi. Dari Bandara Internasional Lombok, dengan menggunakan kendaraan pribadi hanya membutuhkan waktu antara 15-20 menit ke arah timur Bandara. Dari Mataram, hanya memakan waktu tempuh kurang lebih satu jam dengan berkendara melalui jalur utama menuju pantai Kuta dan Tanjung Ann. Sebagai tambahan informasi, bagi Anda yang akan berkunjung ke Pantai Kuta atau Pantai Tanjung Ann, Anda akan melewati Sade terlebih dahulu sebelum sampai di pantai tersebut.


Tiba di depan perkampungan, Anda akan langsung disambut pemandu wisata yang merupakan warga asli Sade. Pemandu di sini bukanlah pemandu berbayar alias gratis. Anda akan langsung diajak masuk ke perkampungan, tapi di depan gerbang Anda perlu mengisi buku tamu dan memasukkan uang donasi seikhlasnya untuk pengembangan dan pelestarian kampung. Pemandu tadi akan membawa Anda berkeliling kampung, melihat rumah-rumah adat di sana, melihat proses penenunan kain songket khas sasak atau yang disebut proses Nyesek, dan bahkan membawa Anda yang ingin berbelanja oleh-oleh kepada penjual yang ada di dalam perkampungan.

Oke, kita mulai melangkah ke dalam perkampungan. Sepanjang jalan yang dilalui adalah celah antara rumah-rumah adat masyarakat di sini. Sebagian besar masyarakat memanfaatkan pekarangan depan rumahnya untuk berjualan souvenir khas Sasak. Sangat membantu para wisatawan yang ingin membeli buah tangan dari sini karena banyaknya variasi yang dapat dipilih. Paling awal kita akan berkenalan dengan rumah adat yang disebut sebagai Bale Tani. Bale Tani merupakan rumah tinggal bagi masyarakat di sini, terdiri dari dua lantai, berdindingkan anyaman bambu, beratap alang-alang, dan berlantai campuran tanah dengan kotoran kerbau/sapi.



Kita bahas satu-persatu. Lantai pertama disebut juga Bale Luar adalah lantai rumah yang digunakan untuk menyambut tamu, atau bagian rumah paling depan. Sedangkan lantai atas/dua disebut juga Bale Dalam adalah tempat tidur anak perempuan dan juga dapur, dimana di sini terdapat dua kamar. Lantai yang terbuat dari campuran tanah liat dengan kotoran sapi/kerbau, mungkin gambaran awal kita adalah kotor ataupun jorok. Tapi, tunggu dulu karena kotoran sapi yang telah dicampur tanah ini tidaklah berbau, bahkan berfungsi sebagai pengganti semen yang dapat menimbulkan hawa hangat dalam rumah. Lantai ini haruslah selalu diganti atau diperbaharui secara berkala untuk menjaga kondisinya bagus. Atap rumah yang terbuat dari alang-alang tidaklah menjadikan rumah ini bocor ketika hujan, bahkan menurut guide yang menemani saya dan seorang teman menjelaskan bahwa bagaimanapun lebatnya hujan, tidak akan bisa menembus atap alang ini, kecuali jika ada bagian yang bolong. Kemudian dinding dari anyaman bambu menjadikan rumah lebih sejuk karena sirkulasi udara lebih lancar. Tambahan informasi, rumah ini hanya memiliki satu pintu di bagian depan.

Lanjut, kita diperkenalkan dengan sebuah bangunan yang lebih tinggi dari Bale Tani, tapi bukanlah berfungsi  utama sebagai rumah. Ya, inilah Lumbung.


Lumbung inilah yang dijadikan logo Lombok sebenarnya. Bentuk atap Lumbung banyak ditiru oleh bangunan-bangunan pemerintahan. Hampir seluruh bangunan pemerintahan di Lombok mengikuti bentuk atap Lumbung sebagai atap paling depannya, atau paling tidak gapura bangunan tersebut berbentuk seperti Lumbung.
Lumbung ini berfungsi sebagai tempat penyimpanan, dimana bagian atapnya merupakan ruangan yang dapat dijadikan tempat menyimpan hasil panen atau perabotan rumah tangga masyarakat. Di bagian bawahnya, terdapat semacam serambi yang bisa digunakan sebagai tempat istirahat, atau sekedar duduk-duduk.

Perjalanan mengelilingi kampung kita lanjutkan, kali ini agak lebih ke dalam, atau tepatnya semakin ke atas karena bentuk perkampungan ini adalah menanjak ke atas. Di puncak paling atas, terdapat masjid. Masyarakat Sade adalah masyarakat Islam, sehingga keberadaan masjid adalah keharusan. Masjid di sinipun kembali menampilkan ciri khas suku Sasak dengan beratapkan alang-alang dan kubahnya berupa setengah gentong terbuat dari tanah, yang orang-orang di sini menyebutnya Beke atau Selau.